Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi
Suryakanta
Info

⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.   •   ⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.   •   ⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.   •   ⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.   •   ⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.   •   ⚠️  Portal ini masih dalam tahap pengembangan. Data yang ditampilkan belum sepenuhnya lengkap dan akurat.

Kembali ke Berita
Revolutionizing Aquaculture and Agriculture with Green Technology LAMUSA

Revolutionizing Aquaculture and Agriculture with Green Technology LAMUSA

17 Mei 202638 kali dilihat
TL;DR

Green Technology LAMUSA, sebuah lampu LED inovatif, telah dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mendukung budidaya tumbuhan dan perikanan. Melalui kolaborasi dengan PT. Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia, LAMUSA memajukan teknologi pertanian dan perikanan dengan memenuhi standar TKDN.


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah merilis Green Technology LAMUSA, sebuah inovasi lampu LED khusus yang dirancang untuk mendukung sistem budidaya tumbuhan dan perikanan berharga ekonomis tinggi. Dalam rangkaian upaya untuk mendorong inovasi teknologi tepat guna, LAMUSA merupakan hasil kolaborasi antara ITS dan PT. Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia melalui Program Matching Fund Kedaireka 2023. Peneliti utama dari proyek ini adalah Agus Muhamad Hatta dan Iwan Cony Setiadi.

LAMUSA hadir dalam dua tipe: Lamusa Alga untuk budidaya mikroalga dan Lamusa Lobter untuk budidaya lobster. Inovasi ini fokus pada tiga aspek utama: hilirisasi produk special lighting, adopsi inovasi pengujian produk pada mitra pengguna, dan peningkatan kapasitas serta transfer teknologi. Hilirisasi produk mencakup dokumen strategi pasar, desain detail, purwarupa, dan laporan pengujian, yang memastikan produk memiliki daya saing di pasar global. Adopsi inovasi melibatkan pengujian efektivitas produk dengan mitra pengguna di berbagai sektor, memastikan bahwa LAMUSA sesuai dengan kebutuhan spesifik pengguna.

Dalam proses pengembangannya, LAMUSA memfokuskan pada teknologi yang disesuaikan untuk budidaya mikroalga dan lobster. Mikroalga merupakan sumber protein alami yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ikan, sedangkan budidaya lobster memiliki potensi ekonomi tinggi. Dengan LAMUSA, proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam sistem budidaya.

Melalui inovasi ini, ITS berusaha memajukan teknologi pertanian dan perikanan dengan memenuhi standar Teknis Nasional (TKDN). Ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam ekspor teknologi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, LAMUSA membuka peluang baru bagi industri pertanian dan perikanan, yang dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas produksi.

Dengan adopsi inovasi ini, LAMUSA tidak hanya menjadi solusi teknologi yang efektif, tetapi juga menjadi alat yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi di sektor pertanian dan perikanan. Melalui kerjasama dengan PT. Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia, LAMUSA memiliki potensi besar untuk mempengaruhi industri pertanian dan perikanan di Indonesia dan internasional.

Kolaborasi antara ITS dan PT. Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna. Dengan LAMUSA, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi pertanian dan perikanan, yang dapat membawa perubahan positif dalam ekonomi dan lingkungan.