
Penerapan Inovasi Energi Terbarukan: Battery Energy Storage System Dari ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah mengembangkan Battery Energy Storage System (BESS) yang inovatif, siap digunakan pada tahun 2026. Sistem ini menawarkan kemudahan dalam penyusunan, tingkat keandalan tinggi, dan harga terjangkau, memaksimalkan penggunaan energi dan menurunkan biaya operasional.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memukau dunia teknologi dan energi dengan merilis Battery Energy Storage System (BESS) yang inovatif. Nama produk ini, "green technology Battery Energy Storage System Inovasi Energi untuk Masa Depan," merupakan hasil kerja keras tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Alief Wikarta. BESS ini diperkirakan akan siap untuk pasar pada tahun 2026.
BESS merupakan solusi penyimpanan energi yang terdiri dari modul baterai lithium dengan kapasitas tiap stack mencapai 5 kWh, yang dapat disusun hingga total kapasitas 50 kWh. Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan penyusunan yang mudah, tetapi juga keterampilan dalam desain dan produksi yang dilakukan secara lokal. Dengan adanya BESS, penggunaan energi dapat dilakukan secara optimal, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya energi secara signifikan.
Keunggulan BESS terletak pada kemudahan dalam penyusunan dan tingkat keandalannya. Sistem ini dilengkapi dengan Battery Management Systems (BMS) canggih yang mampu memantau kondisi dan performa baterai, serta melindungi dari potensi kerusakan. BMS ini merupakan fitur kunci yang memastikan bahwa BESS dapat beroperasi dengan aman dan efisien, bahkan dalam kondisi yang tidak stabil.
Alief Wikarta, salah satu peneliti utama, menjelaskan, "BESS ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar energi terbarukan yang semakin berkembang. Selain itu, BESS ini juga memiliki harga yang terjangkau, sehingga dapat diadopsi oleh berbagai sektor, baik industri maupun rumah tangga."
Proses pengembangan BESS ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Selain tim peneliti ITS, BESS juga mendapatkan bantuan dari beberapa perusahaan teknologi dan energi, yang membantu dalam uji coba dan optimasi sistem. Dengan demikian, BESS ini tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga solusi praktis yang dapat digunakan oleh berbagai pihak.
Dengan BESS, penggunaan energi dapat dilakukan secara optimal, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya energi secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, dan rumah tangga. Selain itu, BESS ini juga dapat memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan salah satu tantangan besar dalam era transisi energi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, BESS memiliki potensi untuk menjadi solusi penyimpanan energi yang inovatif dan efisien. Dengan adanya BESS, penggunaan energi dapat dilakukan secara optimal, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya energi secara signifikan. Ini merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.